Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia sebagai usaha dasar yang terencana untuk mewujudkan adanya kegiatan belajar dan mengajar. Dalam proses pembelajaran peserta didik secara aktif dituntut untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya masing-masing. Pendidikan memiliki peran kunci dalam membentuk individu dan mempersiapkannya untuk peran sosialnya dalam masyarakat. Namun, pendidikan tidak terbatas pada lingkungan sekolah atau universitas saja. Keluarga juga memegang peran yang sangat penting dalam membentuk pendidikan mahasiswa, terutama dalam konteks aspek sosial budaya.
Keluarga adalah tempat pertama di mana individu diperkenalkan pada nilai-nilai, norma-norma, dan tradisi budaya. Peran keluarga dalam pendidikan mahasiswa mencakup beberapa aspek penting yang berkaitan dengan sosial budaya. Keluarga merupakan payung kehidupan bagi seorang anak. Selain itu, keluarga juga merupakan tempat yang paling nyaman bagi seorang anak.
Keluarga berfungsi sebagai agen sosialisasi budaya. Dalam keluarga, mahasiswa diajarkan tentang nilai-nilai budaya mereka, seperti agama, bahasa, adat istiadat, dan tradisi keluarga. Ini menciptakan dasar kuat untuk identitas budaya mahasiswa. Misalnya, seorang mahasiswa yang dibesarkan dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional akan membawa nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan akademis dan sosialnya.
Selain itu, keluarga juga berperan dalam membentuk pola pikir mahasiswa terhadap masyarakat. Melalui interaksi sehari-hari dengan anggota keluarga, mahasiswa memahami bagaimana hubungan sosial berfungsi, belajar tentang norma-norma dalam keluarga mereka, dan memahami peran gender dan hierarki sosial. Semua ini memengaruhi cara mahasiswa berinteraksi dengan orang lain di luar keluarga, termasuk di lingkungan akademik.
Pengalaman keluarga juga dapat memengaruhi pilihan pendidikan mahasiswa. Kondisi ekonomi keluarga, nilai-nilai yang mereka anut, dan ekspektasi keluarga terhadap pendidikan dapat memengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih jurusan atau karir. Misalnya, dalam keluarga yang sangat menghargai profesi tertentu, seorang mahasiswa mungkin merasa tekanan untuk mengikuti jejak keluarganya.
Namun, peran keluarga dalam pendidikan mahasiswa juga bisa menimbulkan konflik, terutama ketika nilai-nilai budaya keluarga bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan di lingkungan pendidikan formal. Mahasiswa mungkin menghadapi dilema antara ekspektasi keluarga dan keinginan pribadi mereka. Ini dapat menciptakan tekanan tambahan dalam kehidupan mahasiswa.
Pendidikan menjadi lembaga yang kuat dalam hal mendidik seorang anak. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya orangtua yang mendaftarkan anaknya untuk sekolah dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Dalam hal ini keluarga tetap menjadi peran utama dalam pendidikan mahasiswa, dengan cara orangtua harus tetap dapat mengambil peran mendidik anak-anak mereka dalam waktu tertentu. Peran ini bisa dilakukan oleh orangtua saat menelfon anaknya, menanyakan kegiatan selama dikampusnya, ataupun mengajak anak untuk bercerita tentang kehidupannya selama di kampus.
Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa peran keluarga dalam pendidikan mahasiswa sangat penting dalam aspek sosial budaya. Keluarga adalah sumber utama pembentukan identitas budaya dan pemahaman sosial mahasiswa. Namun, penting untuk memahami bahwa interaksi antara keluarga dan pendidikan formal dapat menciptakan tantangan yang perlu diatasi oleh mahasiswa. Kesadaran akan peran keluarga dalam pendidikan dapat membantu mahasiswa menggabungkan pengalaman sosial budaya mereka dengan pembelajaran akademis mereka untuk menjadi individu yang lebih berdaya dalam masyarakat.
REFERENSI
Syafril & Zelhendri Zen. (2017). Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Depok: Kencana.
Artika, Wayan. (2018). Pendidikan dan Manusia: Kumpulan Kritik Pendidikan. Depok: PT Rajagrafindo Persada.
Hyma, Heppy Puspytasari. Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Bagi Anak. Jurnal Pendidikan Islam, Vol 6 No 1 (2022): 3-4.